5 Alasan Mengapa Naruto Paling Suka Berkhotbah


Naruto termasuk chara anime yang sering berkhotbah dalam ceritanya. Entah itu khotbah tentang masa lalu, pelajaran hidup, persahabatan, dan pertempuran. Memang ini adalah daya tarik Naruto sendiri. Karena itu penulis ingin menulis tentang alasan mengapa Naruto suka berkhotbah, ternyata ada 5 alasan yang mendasar, diantaranya sebagai berikut:

1. Gaya bertarung Naruto: pakai cara halus dulu, yaitu khotbah, baru pakai cara kasar yaitu jutsu.

Naruto termasuk petarung yang punya gaya bertarung sendiri. Mengapa harus buang-buang tenaga jika musuh dapat ditaklukkan hanya dengan khotbah. Tetapi tetap, jika khotbah tidak mempan, mau tak-mau Naruto pakai jalan kekerasan.

Seperti pertarungannya dengan Pain dan Obito. Dia berhasil menaklukkan mereka dengan khotbah. Walau dia sempat menggunakan cara yang sangat keras dan marah sangat saat berubah jadi Kyuubi.
Jika di Indonesia Naruto mungkin bernama Narto Syaifudin (Naruto Shippuden).

"Shinobi ...... ooo shinobi, Ariga to oo".



2. Sementara musuh mendengar khotbahnya, Naruto sempat istirahat dan mengisi chakra khan.

Ini termasuk juga trik cerdas Naruto, yang memanfaatkan moment berkhotbah untuk beristirahat sejenak. Apalagi jika musuhnya ikut-ikutan berkhotbah juga. Naruto tinggal santai selama berjam-jam mendengarkan.

Seperti saat melawan Sasuke di lembah raja. Dia berkhotbah dan mendengarkan curhat Sasuke. Sementara itu dia sempat megisi chakra dan ngobrol dengan Kyuubi, atau negosiasi yang mebuatnya berubah jadi Kyuubi-kyuubian.

Kyuubi-kyuubian orang bilang monster gampangan, 
kyuubi-kyuubian memang monster murahan.


Kyuubi-kyuubian, ada dipelajaran,
Kyuubi-kyuubian, bisa ditanam lagi.
Kyuubi mangga ditanam tumbuh mangga,
Kyuubi duren ditanam tumbuh duren.


3. Mengingat dan membicarakan masa lalu, membuat Naruto lebih bersemangat bertarung untuk mengubah masa depan.

Naruto termasuk ninja yang selalu baper dalam setiap pertarungan. Tetapi itu yang membuatnya semakin kuat. Masa lalu yang kelam mendorongnya untuk jadi lebih kuat lagi.

Seperti saat melawan Gaara, mereka berdua sama-sama curhat tentang masa lalu mereka yang kelam sebagai jinchuriki yang dijauhi dan dimusuhi.

Naruto :" Gaara, aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi, aku tenggelam dalam lautan pasir dalam. Aku tertimbun dan tak tau arah jalan keluar, aku karenamu butiran pasir"

Gaara: "ohhh mengapa, tak bisa diriku, yang melukaimu, keras dan apa adanya. Aku memang bukan manusia sempurna tapi kulayak di cinta, karna kesungguhan, kini biarlah, pasir yang jawab semua, tanya hatiku".

4. Naruto yakin musuhnya juga pasti punya hati nurani. Jadi, Naruto ingin mengetuk pintu hati musuhnya.

Shinobi juga adalah manusia, tentu punya perasaan. Setiap orang memiliki cinta dan benci dalam dirinya. Yang diinginkan Naruto adalah menghilangkan kebencian itu, dan hanya menumbuhkan cinta diantara shinobi.

Kesuksesan Naruto mengetuk pintu hati musuh-musuhnya memang sudah terbukti. Seperti saat Ia berhasil mengetuk pintu hati Pain dan Obito. Sehingga mereka kembali ke jalan yang benar dan lurus.

Obito: "Naruto jujur saja, aku meriang, aku meriang, aku meriang merindukan kasih sayang"

Naruto: "lupakan semua, marilah kita goyang bersama, goyang odama namanya, ayo goyang odama biar jadi ransengan, pikiran pun tenang, galau jadi hilang"

5. Naruto yakin musuhnya juga pasti punya alasan sendiri untuk bertarung.

Memang setiap shinobi punya alasan sendiri untuk bertarung. Seperti Madara yang ingin memperjuangkan pengorbanan adiknya dan juga menciftakan dunia yang damai dalam ilusi. Atau karena dendam seperti Orochimaru. Atau seperti melindungin orang yang berharga meski Ia orang jahat, seperti Haku dan Kimimaro.

Tetapi Naruto ingin mengingatkan alasan yang salah dan alasan yang benar. Tidak ada kedamaian apapun yang didapat melalui perang, yang ada hanya ketakutan dan penderitaan. Karena itu entah apapun alasannya, Naruto ingin mengakhiri perang seperti apapun. Jalan ninja adalah untuk saling melindungi.

Madara: "Meskipun berada dalam dunia yang palsu dan ilusi, tapi dunia itu tanpa rasa sakit!"
Naruto: "Jangan biarkan damai ini pergi, jangan biarkan semuanya berlalu, hanya padamu Tuhan tempatku berteduh dari semua kepalsuan dunia".

Comments

  • No Comment Yet
Please login first for post a comment

Blogroll